Penting! 8 Perbedaan Smoothing dan Rebonding

perbedaan smoothing dan rebonding

Banyak wanita menggemari model rambut lurus, namun masih banyak yang ragu dengan perbedaan smoothing dan rebonding. Jika saat ini Anda sedang berniat meluruskan rambut, ada baiknya Anda cari tahu terlebih dahulu perbedaan antara smoothing dan rebonding.

Secara umum smoothing dan rebonding memiliki perbedaan yang cukup signifikan, baik dalam metode maupun obat yang digunakan.

Bahan kimia yang terkandung dalam obat pelurus rebonding cenderung lebih keras dibandingkan smoothing, sedangkan obat pelurus yang digunakan untuk smoothing mengandung lebih banyak protein sehingga hasilnya lebih sehat. Selain itu, masih ada beberapa perbedaan di antara keduanya.

Perbedaan Smoothing dan Rebonding

Selain yang telah disebutkan diatas, smoothing dan rebonding juga memiliki perbedaan lainnya, diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Teknik dan bahan yang digunakan
    Teknik dan obat pelurus yang digunakan pada Smoothing dan Rebonding jauh berbeda. Namun hasil akhirnya rambut akan sama-sama menjadi lebih lurus.

    Smoothing menggunakan obat pelurus yang mengandung protein atau yang biasa dikenal dengan keratin yang diaplikasikan sebelum menggunakan flat iron. Teknik ini tidak mengubah struktur asli rambut, hanya membentuk rambut menjadi lebih lurus dan halus.

    Sedangkan Rebonding menggunakan obat pelurus yang dapat meresap hingga ke dalam kutikula rambut yang bisa memperbaiki dan mengubah struktur alami rambut hingga menjadi lurus.

  2. Waktu pengerjaan
    Biasanya, waktu pengerjaan Smoothing lebih lama daripada Rebonding, yaitu sekitar 3 jam atau lebih tergantung dari panjang dan tebal rambut. Sedangkan Rebonding membutuhkan waktu lebih singkat yaitu sekitar 2-3 jam.

  3. Daya tahan
    Jika dalam waktu pengerjaan smoothing lebih lama, maka berbeda dengan daya tahannya. Smoothing hanya bertahan sekitar 3-6 bulan, sedangkan rebonding bertahan sekita 7 bulan sampai dengan 1 tahun. Namun tetap tergantung dari jenis rambutnya.

    Setiap 6 bulan sekali, biasanya rambut mengalami pertumbuhan yang signifikan sehingga rambut perlu retouch minimal setiap 6 bulan sekali.

  4. Hasil akhir
    Smoothing memiliki hasil akhir yang terlihat lebih alami dengan risiko kerusakan yang tergolong minim. Kekurangannya, Smoothing tidak bertahan terlalu lama hanya sekitar 3-6 bulan.

    Sedangkan Rebonding membuat rambut menjadi lebih lurus dalam waktu yang lama. Itu disebabkan penggunaan obat pelurus atau bahan kimia. Oleh karena itu, rebonding bisa mengubah bentuk alami rambut dan hasilnya bisa bertahan lebih lama dari smoothing.

  5. Jenis rambut awal
    Perbedaan smoothing dan rebonding juga terletak pada jenis rambut awal yang akan diluruskan. Smoothing lebih cocok diaplikasikan pada jenis rambut ikal sebagian saja dengan lekukan sedang. Sedangkan Rebonding lebih cocok diaplikasikan pada rambut yang ikal hingga keriting yang parah.

  6. Harga
    Harga biasanya menjadi faktor penentu perawatan mana yang akan dipilih. Karena tidak semua orang memiliki pekerjaan sampingan seperti influencer yang sekali unggah foto terkadang bisa untuk membiayai liburan ke Bali selama seminggu.

    Agar Anda bisa mempertimbangkannya dari jauh-jauh hari, kita akan coba memberi kisaran harganya. Jadi Anda bisa persiapan sebelum smoothing rambut atau rebonding.

    Harga rebonding relatif lebih murah, bisa mencapai 50% dibandingkan harga smoothing. Jika Anda berencana untuk memilih smoothing, Anda harus menabung sedikit lebih lama.

  7. Perawatan setelah proses
    Setelah melakukan rebonding, Anda harus menahan diri ketika melihat gaya rambut yang keren. Untuk beberapa bulan pertama, Anda tidak disarankan untuk melakukan blow out atau melakukan penataan lain yang dapat mengubah bentuk rambut sementara.

    Anda juga disarankan untuk tidak menggunakan bahan kimia keras lainnya seperti mengecat rambut, karena dikhawatirkan akan membuat rambut menjadi rusak dan kering.

    Bagi Anda yang melakukan smoothing, merawat rambut setelah smoothing lebih fleksibel karena sifat prosedurnya sementara. Anda tetap bisa menata rambut dengan gaya lain, namun agar efek lurusnya tetap terjaga Anda disarankan untuk melakukan proses pelurusan rambut setiap 3 bulan sekali.

  8. Tingkat kerusakan rambut
    Jika Anda memilih metode smoothing, Anda bisa meminimalisir kerusakan rambut. Malah rambut Anda akan lebih mudah diatur dan lembut. Sebaliknya, jika Anda memilih metode rebonding, tingkat kerusakan rambut akan lebih tinggi. Kerasnya kandungan bahan kimia obat pelurus yang digunakan pada metode rebonding, membuat rambut lebih rentan rusak.
Itulah perbedaan smoothing dan rebonding. Setelah Anda memiliki informasi yang cukup tentang perbedaan kedua teknik pelurusan rambut ini, semoga Anda semakin mudah menentukan pilihan. Tinggal disesuaikan dengan kebutuhan, minat, dan kondisi kantong tentunya.

Leave a Comment